JAKARTA - Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada 18 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk menguatkan ibadahnya sepanjang bulan suci ini. Selain berpuasa dari fajar hingga magrib, salat sunnah seperti tarawih dan witir menjadi amalan malam yang hampir selalu dijalankan, meski tak sedikit yang merasa berat setelah seharian beraktivitas. Namun apabila ditelisik lebih jauh mengenai makna dan keutamaannya, kesempatan untuk meninggalkan salah satu ibadah khas Ramadan ini terasa terlalu sayang untuk dilewatkan.
Sejarah Singkat Tarawih dan Penetapan Ramadan 2026
Salat tarawih sendiri bukanlah istilah yang dikenal sejak masa Rasulullah SAW, melainkan sebutan yang muncul di era sahabat. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pelaksanaan salat malam diatur menjadi 20 rakaat dengan jeda istirahat setiap selesai empat rakaat (dua kali salam). Kata “Tarawih” berasal dari bentuk jamak tarwihah yang berarti istirahat, merujuk pada jeda-jeda yang dilakukan dalam rangkaian salat tersebut.
Penetapan awal Ramadan pada 18 Februari 2026 diumumkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama dengan MUI, sebagai waktu resmi dimulainya ibadah puasa tahun ini di Indonesia. Keputusan ini menjadi titik tolak bagi umat Islam untuk menyusun ibadah harian termasuk tarawih dan witir setiap malamnya.
Pentingnya Tarawih sebagai Bagian dari Investasi Ibadah
Ibadah sunnah seperti tarawih dan witir memiliki fungsi yang sangat krusial dalam catatan amal seorang Muslim. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud, disebutkan bahwa amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika terdapat kekurangan dalam salat wajib, maka amalan sunnah akan dilihat untuk menambal kekurangan tersebut. Dengan demikian, salat tarawih dan witir di bulan Ramadan dapat dipandang sebagai “investasi” terbaik untuk menyempurnakan catatan ibadah sepanjang tahun.
Pengertian ini memberikan sudut pandang yang lebih luas bahwa tarawih bukan sekadar ritual malam, melainkan kesempatan strategis untuk memperbaiki kualitas ibadah seseorang secara keseluruhan. Ketika dilakukan dengan niat tulus dan pengharapan pahala, tarawih menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual seorang Muslim di bulan penuh berkah.
Keutamaan Tarawih Menurut Ajaran Islam
Keutamaan salat tarawih telah disebutkan dalam berbagai hadis sahih. Salah satunya adalah bahwa siapa saja yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tarawih dengan penuh keimanan memiliki ganjaran spiritual yang besar bagi pelakunya.
Selain itu, bagi umat yang melaksanakan tarawih secara berjamaah di masjid bersama imam sampai selesai, pahalanya dicatat seolah-olah beribadah sepanjang malam tanpa henti. Ini berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dan Turmudzi yang menyatakan bahwa pahala mengikuti tarawih berjamaah sangat besar, setara dengan ibadah malam penuh.
Keutamaan lain yang sering ditekankan oleh para ulama adalah bahwa tarawih menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah intensif yang memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melakukan salat tarawih, seorang Muslim dituntut untuk disiplin dan konsisten dalam ibadahnya setiap hari selama sebulan penuh, sehingga membantu meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan secara menyeluruh.
Tarawih Berjamaah: Manfaat Sosial dan Spiritual
Melaksanakan salat tarawih secara berjamaah di masjid tidak hanya memberikan pahala spiritual yang besar, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan psikologis. Pertemuan jamaah setiap malam menciptakan suasana kebersamaan yang kuat di lingkungan komunitas Muslim. Suasana inilah yang sering disebut sebagai salah satu keindahan Ramadan, di mana saling menyemangati dalam kebaikan menjadi nyata.
Tarawih berjamaah juga mempererat tali silaturahmi antar jamaah, karena umat Muslim berkumpul dengan tujuan yang sama: beribadah kepada Allah SWT. Kebersamaan ini membantu memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan rasa peduli serta dukungan antar anggota masyarakat.
Bukan hanya itu, banyak masjid yang memanfaatkan kesempatan sebelum tarawih untuk menyampaikan ceramah atau kajian singkat yang dapat menambah wawasan keagamaan jamaah. Ini menjadi platform penting bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam sekaligus memperkuat keyakinan mereka dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Menghindari Rugi Besar di Bulan Penuh Berkah
Dengan semua keutamaan yang melekat, kehilangan satu malam tarawih tanpa alasan yang kuat bisa menjadi sesuatu yang sangat disayangkan. Salat tarawih bukan sekadar ritual fisik, melainkan momen introspeksi, pengampunan, dan peningkatan kualitas spiritual sepanjang bulan Ramadan. Peluang untuk mendapatkan ampunan dosa, pahala berlipat ganda, serta manfaat sosial yang datang dari salat berjamaah merupakan motivasi kuat untuk konsisten menjalankannya setiap malam.
Bagi umat Islam di Indonesia, Ramadan 2026 menjadi kesempatan lain untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah-ibadah sunah ini. Dengan niat yang tulus dan pelaksanaan yang khusyuk, tarawih bisa menjadi tonggak penting dalam memperbaiki kualitas ibadah pribadi serta memperkaya pengalaman spiritual sepanjang bulan suci.