MENU SAHUR

Hindari Empat Menu Sahur Ini Agar Puasa Tidak Cepat Haus Lapar

Hindari Empat Menu Sahur Ini Agar Puasa Tidak Cepat Haus Lapar
Hindari Empat Menu Sahur Ini Agar Puasa Tidak Cepat Haus Lapar

JAKARTA - Pemilihan makanan saat sahur ternyata sangat menentukan kenyamanan dan daya tahan tubuh ketika menjalankan puasa Ramadan 1447 H. Meski sahur sering menjadi rutinitas singkat sebelum fajar, pilihan menu yang kurang tepat justru bisa membuat tubuh cepat merasa haus, lapar, lemas, dan dehidrasi saat berpuasa. Menurut pakar gizi dan informasi kesehatan yang dikutip dari laporan terbaru media, terdapat beberapa jenis menu sahur yang sebaiknya dihindari agar kualitas puasa terasa lebih ringan dan tubuh tetap bugar sepanjang hari.

Risiko Menu Sahur yang Mengundang Haus dan Lapar

Menu sahur kerap dipilih berdasarkan selera atau kebiasaan, bukan berdasarkan dampaknya terhadap tubuh ketika berpuasa. Sayangnya, sejumlah makanan yang terasa lezat dan menggugah selera saat sahur justru membawa efek yang tidak diinginkan setelah waktu imsak. Hal ini disebabkan oleh pengaruh komponen makanan terhadap kadar gula darah, keseimbangan cairan, dan metabolisme tubuh. Akibatnya, perasaan haus dan lapar datang lebih cepat daripada yang diharapkan.

Menurut rekomendasi yang dikutip dari laporan gaya hidup sehat, berikut empat jenis makanan atau minuman yang perlu dihindari saat sahur jika ingin puasa lebih lancar dan nyaman.

Teh Manis: Minuman Favorit yang Justru Berpotensi Merusak Stamina

Teh manis telah lama menjadi minuman favorit di meja sahur banyak keluarga. Rasanya yang manis dan aromanya yang khas seakan membuat kopi atau teh menjadi menu wajib bagi sebagian orang. Namun, konsumsi teh manis saat sahur ternyata tidak dianjurkan.

Pakar gizi menjelaskan bahwa asupan gula berlebih dari minuman manis seperti teh manis dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang cepat. Ketika kadar gula darah meningkat drastis, tubuh akan merespons dengan memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah kembali ke level normal. Sayangnya, penurunan gula darah yang cepat dapat menyebabkan rasa lemas, kantuk, dan yang terpenting, rasa lapar dan haus yang datang lebih cepat daripada seharusnya.

Selain itu, teh memiliki sifat diuretik yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Frekuensi buang air kecil yang tinggi berarti tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi meningkat dan rasa haus menjadi semakin intens saat berpuasa. Oleh karena itu, teh manis sebaiknya diganti dengan air putih atau minuman yang lebih rendah gula dan lebih menyehatkan.

Ikan Asin dan Makanan Tinggi Garam: Enak Namun Menyebabkan Haus

Indonesia dikenal dengan keanekaragaman makanan asin, termasuk ikan asin, telur asin, dan keripik yang kaya rasa. Sayangnya, makanan tinggi garam ini kurang cocok sebagai hidangan sahur.

Kandungan natrium yang tinggi dalam makanan asin dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Garam bekerja menarik air dan membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengimbangi kadar elektrolit yang tinggi. Akibatnya, tubuh akan merasa haus lebih cepat ketika menjalankan puasa.

Mengonsumsi ikan asin atau makanan lain yang tinggi garam pada sahur tanpa diimbangi asupan air dan nutrisi lain yang tepat justru membuat tubuh lebih cepat kekurangan cairan. Karena itu, batasi konsumsi makanan berlemak tinggi garam saat sahur agar tubuh lebih mampu mempertahankan cairan hingga waktu berbuka.

Makanan Pedas: Sensasi Pedas yang Memicu Gangguan Pencernaan

Bagi pecinta sambal dan makanan pedas, menambahkan bumbu pedas ke menu sahur terasa hampir wajib. Namun, kebiasaan ini seyogianya dikurangi saat sahur. Makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk peningkatan asam lambung, perut mulas, dan bahkan diare.

Gangguan pencernaan seperti diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat, rasa haus pun datang lebih cepat saat berpuasa. Selain itu, ketidaknyamanan perut juga dapat membuat fokus beribadah terganggu.

Oleh karena itu, sebaiknya kurangi makanan pedas pada sahur dan pilih hidangan yang lebih ramah bagi pencernaan. Pilihan makanan yang lebih ringan dapat membantu tubuh lebih mudah mencernanya sehingga energi bisa dicurahkan untuk aktivitas dan ibadah seharian.

Minuman Berkafein: Stimulan yang Menguras Cairan Tubuh

Selain teh manis, minuman berkafein lainnya seperti kopi juga sebaiknya dihindari saat sahur. Kafein dikenal sebagai stimulan yang merangsang sistem saraf pusat, namun efeknya bukan hanya pada tingkat kewaspadaan. Minuman berkafein memiliki sifat diuretik yang dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh.

Efek diuretik dari minuman berkafein menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui urine. Ketika sahur disertai konsumsi minuman berkafein, tubuh berpotensi mulai kehilangan cairan sebelum puasa dimulai. Hal ini tentu membuat tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi dan rasa haus yang intens di siang hari.

Menjaga Keseimbangan Asupan untuk Sahur yang Lebih Sehat

Untuk menjalankan puasa dengan nyaman dan sehat, memilih menu sahur yang tepat sangat penting. Para ahli sering kali merekomendasikan agar sahur diisi dengan makanan rendah gula, rendah garam, dan tinggi nutrisi seperti protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Kombinasi nutrisi ini membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar energi tetap stabil sepanjang hari.

Selain itu, memperhatikan asupan cairan dengan meminum cukup air putih saat sahur dapat membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama. Hindari minuman terlalu manis atau berkafein, dan perbanyak konsumsi air serta makanan yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Dengan menghindari empat menu sahur yang disebutkan di atas dan memilih makanan yang lebih sehat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman, terhindar dari rasa haus yang berlebihan, dan tetap fokus menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan fisik yang tidak diinginkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index