UMKM

BPDP Ajak UMKM Perkuat Peran dalam Rantai PSR Sawit Nasional dan Penyediaan Bibit Unggul

BPDP Ajak UMKM Perkuat Peran dalam Rantai PSR Sawit Nasional dan Penyediaan Bibit Unggul
BPDP Ajak UMKM Perkuat Peran dalam Rantai PSR Sawit Nasional dan Penyediaan Bibit Unggul

JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gencar mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), terutama terkait penyediaan bibit unggul dan sarana produksi yang mendukung peningkatan kualitas perkebunan petani sawit di seluruh Indonesia. Upaya ini diungkapkan melalui kegiatan Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada 12–13 Februari 2026.

BPDP menilai keterlibatan UMKM dalam PSR bisa mempercepat proses peremajaan tanaman sawit sekaligus memberikan peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk masuk dalam rantai pasok industri sawit rakyat. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antara berbagai pihak, termasuk kelompok tani, koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku industri sawit nasional.

Peran UMKM dalam Penyediaan Bibit Unggul dan Sarana Produksi

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menegaskan bahwa BPDP mendukung upaya UMKM untuk terlibat lebih jauh dalam PSR, khususnya sebagai penangkar bibit sawit. Dalam keterangannya di Jakarta, Helmi menyatakan bahwa kehadiran UMKM tidak hanya menawarkan penyediaan bibit berkualitas, tetapi juga memastikan bibit yang dihasilkan sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku bagi petani sawit rakyat.

Menurut Helmi, beberapa organisasi dan kelompok tani telah memulai langkah ini dengan mengambil peluang sebagai penangkar bibit sawit. Contohnya, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), kelompok petani di Riau melalui program Santripreneur, serta Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Partisipasi mereka menjadi bukti bahwa UMKM siap berkontribusi dalam penguatan industri sawit dari hulu sampai hilir.

BPDP Sebagai Fasilitator dan Pendukung Ekosistem Sawit

BPDP tidak hanya fokus pada aspek penyediaan bibit. Lembaga ini juga aktif berperan sebagai fasilitator agar UMKM maupun petani dapat masuk ke dalam rantai nilai industri sawit yang lebih luas. Upaya tersebut mencakup dukungan di hilir seperti mendorong UMKM membuat pupuk berbasis sawit dan penyediaan sarana yang memperkuat posisi mereka dalam pasar industri.

Dalam pernyataannya, Helmi menjelaskan bahwa selama ini BPDP telah banyak bergerak di sektor hilir. BPDP bahkan menampilkan produk pupuk berbahan dasar sawit di berbagai ajang pameran, sekaligus mempertemukan mitra UMKM dengan peluang pemasaran yang lebih luas. Ini merupakan bagian dari strategi BPDP untuk memperkuat ekosistem perkebunan sawit yang inklusif dan berkelanjutan.

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit Sebagai Ajang Kolaborasi

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen BPDP untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor sawit. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari petani, koperasi, pemerintahan daerah hingga pelaku industri sawit. Kegiatan yang digelar pertama kali di Sumatera Selatan ini dianggap strategis karena wilayah ini dikenal sebagai sentra sawit nasional dengan realisasi PSR yang tinggi.

Selain menjadi ajang diskusi, workshop ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung praktik peremajaan sawit. Acara kunjungan lapangan ke KUD Lempung Indah Sejahtera di Desa Lempuing Indah, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi salah satu momen penting untuk melihat keberhasilan PSR di lapangan. Di lokasi ini, produktivitas kebun meningkat secara signifikan, dari kurang dari 3 ton menjadi sekitar 19 ton per hektare per tahun, setelah petani menerapkan penggunaan bibit unggul serta praktik tata kelola kebun yang lebih baik.

Manfaat PSR bagi Kesejahteraan Petani Sawit Rakyat

Keberhasilan yang dialami petani di KUD Lempung Indah Sejahtera menunjukkan bahwa program PSR memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan petani bila dilaksanakan dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif. Penggunaan bibit unggul menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produktivitas lahan sawit. Hal ini sekaligus memperkuat tujuan BPDP dalam meningkatkan kualitas tanaman sawit rakyat di tingkat nasional.

Melalui berbagai dukungan dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, BPDP berharap UMKM bisa semakin efektif mengambil peran dan memberi kontribusi nyata dalam proses PSR. Dukungan semacam ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas industri sawit, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru dan memperluas pasar bagi produk-produk UMKM berbasis kelapa sawit yang beragam.

Dengan keterlibatan UMKM, BPDP berharap pembangunan sektor sawit rakyat tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat di daerah sentra sawit melalui pemberdayaan usaha kecil dan penguatan rantai nilai industri sawit secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index